Tahukah Anda, THR dan bonus sepatutnya bisa digunakan untuk membayar uang muka atau DP rumah. Sayangnya, masyarakat acapkali melakukan pemborosan ketika mengelola uang THR di Ramadan hingga Lebaran tiba.

Apalagi di bulan Ramadan 2018, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak hanya menerima THR saja melainkan juga gaji ke-13 yang dibayarkan bersamaan.

THR dan Bonus untuk DP Rumah

THR juga dibayarkan dalam bentuk tunjangan keluarga, tunjangan kinerja (tukin), serta tunjangan tambahan di luar gaji pokok yang ada. Sementara gaji ke-13 mencakup tunjangan keluarga, tunjangan umum, tunjangan kinerja, dan tunjangan jabatan.

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi, Andy Nugroho mengatakan, “Jika ingin menggunakan THR dan bonus untuk DP rumah, hal pertama yang harus dipahami adalah memiliki rumah dan merayakan Lebaran keduanya merupakan kebutuhan besar.”

Berbeda kasus apabila THR dan bonus yang diterima cukup besar, tentu kebutuhan tersebut bisa lebih ringan. Akan tetapi jika jumlahnya terbatas, maka mau tidak mau harus ada yang dikorbankan agar bisa terpenuhi salah satunya.

Bila keinginan memiliki rumah sangat besar, maka perayaan Lebaran sebaiknya tidak memakan banyak biaya. Terlebih rumah merupakan kebutuhan primer sehingga harus diprioritaskan ketimbang kebutuhan lainnya.

“Kalau di kondisi itu, saya tentu lebih memilih rumah. Alasannya, penawaran rumah dengan harga dan lokasi yang cocok bisa jadi tidak selalu ada. Jadi mumpung ada kesempatan sebaiknya segera diambil,” imbuhnya.

Benar saja, di Ramadan 2018 ada begitu banyak pengembang yang memberikan diskon dan promo menarik, bahkan ada yang memberi penawaran beli rumah tanpa DP.

Selain itu Andy menyarankan, bagi karyawan swasta maupun PNS dengan kisaran gaji Rp5 juta sampai Rp8 juta per bulan, maka sebaiknya memilih rumah harga Rp300 juta hingga Rp400 juta agar mendapat DP yang sesuai.

"Kalau bisa bayar DP lebih besar misal 30%, agar nanti cicilannya lebih ringan. Tetapi THR dan bonus jangan dijadikan patokan. Karena kan datangnya hanya setahun sekali. Yang harus jadi patokan justru gaji yang diterima secara rutin," katanya.

Sebagai simulasi seperti dihitung melalui Kalkulator KPR dari Rumah.com, apabila gaji per bulan mencapai Rp7 juta dan bisa menyisihkan 20%-nya secara rutin, maka dalam waktu satu tahun uang DP yang terkumpul sebesar Rp16,8 juta.

Trik Mengatur THR dan Bonus untuk DP Rumah, PNS Wajib Baca!

Tahukah Anda, THR dan bonus sepatutnya bisa digunakan untuk membayar uang muka atau DP rumah. Sayangnya, masyarakat acapkali melakukan pemborosan ketika mengelola uang THR di Ramadan hingga Lebaran tiba.

Apalagi di bulan Ramadan 2018, para Pegawai Negeri Sipil (PNS) tak hanya menerima THR saja melainkan juga gaji ke-13 yang dibayarkan bersamaan.

THR dan Bonus untuk DP Rumah

THR juga dibayarkan dalam bentuk tunjangan keluarga, tunjangan kinerja (tukin), serta tunjangan tambahan di luar gaji pokok yang ada. Sementara gaji ke-13 mencakup tunjangan keluarga, tunjangan umum, tunjangan kinerja, dan tunjangan jabatan.

Perencana Keuangan Mitra Rencana Edukasi, Andy Nugroho mengatakan, “Jika ingin menggunakan THR dan bonus untuk DP rumah, hal pertama yang harus dipahami adalah memiliki rumah dan merayakan Lebaran keduanya merupakan kebutuhan besar.”

Berbeda kasus apabila THR dan bonus yang diterima cukup besar, tentu kebutuhan tersebut bisa lebih ringan. Akan tetapi jika jumlahnya terbatas, maka mau tidak mau harus ada yang dikorbankan agar bisa terpenuhi salah satunya.

Bila keinginan memiliki rumah sangat besar, maka perayaan Lebaran sebaiknya tidak memakan banyak biaya. Terlebih rumah merupakan kebutuhan primer sehingga harus diprioritaskan ketimbang kebutuhan lainnya.

“Kalau di kondisi itu, saya tentu lebih memilih rumah. Alasannya, penawaran rumah dengan harga dan lokasi yang cocok bisa jadi tidak selalu ada. Jadi mumpung ada kesempatan sebaiknya segera diambil,” imbuhnya.

Benar saja, di Ramadan 2018 ada begitu banyak pengembang yang memberikan diskon dan promo menarik, bahkan ada yang memberi penawaran beli rumah tanpa DP.

Selain itu Andy menyarankan, bagi karyawan swasta maupun PNS dengan kisaran gaji Rp5 juta sampai Rp8 juta per bulan, maka sebaiknya memilih rumah harga Rp300 juta hingga Rp400 juta agar mendapat DP yang sesuai.

"Kalau bisa bayar DP lebih besar misal 30%, agar nanti cicilannya lebih ringan. Tetapi THR dan bonus jangan dijadikan patokan. Karena kan datangnya hanya setahun sekali. Yang harus jadi patokan justru gaji yang diterima secara rutin," katanya.

Sebagai simulasi seperti dihitung melalui Kalkulator KPR dari Rumah.com, apabila gaji per bulan mencapai Rp7 juta dan bisa menyisihkan 20%-nya secara rutin, maka dalam waktu satu tahun uang DP yang terkumpul sebesar Rp16,8 juta.

No comments:

Post a Comment